Labels

daniera (118) kanazawa (7) nada (92) pengetahuan umum (6) profesi guru (1) puisi (16) skripsi (1)

Sabtu, 25 Agustus 2012

Menghitung Bintang

Apresiasi film Perahu Kertas dan Saat Pertama Aku Menghitung Bintang....

Dee... sudah sedari dulu aku tergila-gila pada karyamu. Pertama, aku jatuh hati sekali pada 'Supernova' jatuh dalam setiap ledakannya. Dan ternyata hari ini, saat perasaanku sukses terombang-ambing oleh film Perahu Kertas, timbul penyesalan yang teramat dalam benakku. Kamu tahu, Dee? Itu karena aku tidak membeli novel 'Perahu Kertas'! Arrrgh, kesal rasanya, aku menyesal sejadi-jadinya, Mengapa aku sampai begitu lalai pada hal penting seperti ini. Mengapa aku sampai melewatkan karya yang teramat istimewa dari penulis favoritku.... Hufth.... Maafkan aku, Dee.... Tapi, tenang Dee, awal bulan depan semoga tersedia budget untuk membeli novelnya... Terlalu banyak hal yang buatku teralih dari dunia yang selama ini kuimpikan, Dee Ya! Aku dulu ingin sekali menjadi penulis... Semoga suatu saat nanti aku bisa sepertimu Dee.      

Oiya, sebenarnya tulisanku adalah aku ingin menceritakan bagaimana aku terpengaruh seusai nonton film. Aku tanpa sadar sering mengangkat kedua jari telunjukku, mengacungkannya, dan memosisikannya di samping dahi, seprti radar yang dimainkan Kugy, hehehe. And do you know? Ternyata korbannya bukan cuma aku, banyak dari beberapa penonton juga melakukan hal yang sama, sambil keluar theater, mereka mengucapkan "Agen Neptunus". Wow! It's amazing. Sampai sebegitunya pengaruh psikologis yang terasa, tertanam dalam benak penonton. Aku jadi tak sabar menunggu honor bulan depan supaya bisa membaca tuntas novelnya...

Ada bagian yang buatku tertawa lucu, bahkan pada beberapa bagian aku merasa geli sekali. Tapi, tapi, tapi ada bagian yang buatku menangis, bahkan sampai kutuliskan ini di blog. Hampir satu pack kira-kira tissue habis. *agak berlebihan memang...

Aku suka sekali adegan saat Noni yang setelah sekian tahun gengsi dan marah, kesal, bete kepada Kugy, kemudian datang ke rumah Kugy, untuk mengatakan maaf, yang akhirnya ia tahu perasaan Kugy yang sebenarnya lewat surat yang tertinggal yang Kugy tuliskan untuk Keenan saat Keenan berulang tahun. Pertemuan mereka... Pertemuan antara dua sahabat yang saling merindu. Pelukan mereka, semacam pelukan tertahan dua saudara yang masing-masing menahan gengsi. Aku tak mampu menahan air mataku. Memalukan memang, mungkin bagi sebagian penonton yang lain itu biasa, tapi bagiku tidak. Itu bukan hal yang biasa. Adegan itu begitu menyentuh. Ada pesan dan kesan yang begitu dalam yang disampaikan di sana. Aku suka.

Dan Dee... Kamu sukses ingatkan aku pada orang yang karenanya, aku dapat kembali belajar tersenyum, bersamanya aku pernah melihat bintang. Ya! Saat itu adalah kali pertamanya aku menghitung bintang.

Malam itu... Kami duduk di satu kursi, pada awalnya sih aku dan dia duduk terpisah, tapi.... Tapi kemudian dia tampak gelisah, mencoba menggeser meja di antara kursi. Aku terheran, dan kutanyakan apa maksud dari yang dia lakukan. Kemudian dia mengatakan, dia cuma ingin duduk berdekatan denganku. Hah? Aku kaget juga mendengarnya, yang akhirnya aku pindah. Aku dan dia berbagi kursi. Dia menyandarkan kepalanya di bahuku. Sambil melihat ke atas, dia menghitung langit, aku mengikutinya. Aku saat itu bahagia sekali, aku merasa memiliki sesuatu yang berharga, aku memilikinya... saat itu... dan sekarang dia masih ada, tapi aku kehilangan dia yang seperti malam itu, aku begitu merindukannya... Seperti Kugy dan sahabatnya... begitu manis pelukan itu, aku suka....

2 komentar:

  1. jadi pernasaran :D

    Maaph lahir batin mbak:D

    BalasHapus
  2. say dapat award nih disini

    http://un2triwidana.blogspot.com/2012/09/award-pertama-setelah-4-tahun-ngeblog.html

    BalasHapus