Labels

daniera (118) kanazawa (7) nada (92) pengetahuan umum (6) profesi guru (1) puisi (16) skripsi (1)

Minggu, 28 April 2013

Aku Bisa Merasa

Kamu tahu?
Rasanya pedih...
Aku kehilangan dan
Aku bisa merasakan pedih yang kamu rasakan...

Kamu tahu?
Di sini aku tak henti mendoakanmu.
Semoga yang terbaik untukmu.
Aku yakin, dia pergi karena dia sayang kamu.

Kamu tahu?
Dia inginkan kamu tetap bertahan.
Dia tahu kamu sakit.
Dia tak mau semua tertuju padanya, dan
kemudian lalai padamu.
Dia amat mencintaimu.
Kamu harusnya bahagia, kan?
Kamu dicintai olehnya.
Aku juga mencintainya...

Maafkan aku jika harapku atas hadirnya begitu besar.
Maafkan aku jika aku tak bisa ikut menjaganya, menjagamu,
menjaga kalian berdua.

Aku tak akan tanyakan dia
dan kepergiannya, yang selamanya.
Aku bisa merasa
perihmu, sakitmu, sungguh
Aku bisa merasa

Satu pintaku, optimismu atas semua.
Sangkaan yang baik atas keputusan-Nya,
Dan semua yang kamu ajarkan padaku,
Aku bisa merasa....

*For my sister...
Semoga Allah memberikan kesembuhan dan kesehatan padamu, selalu

Jumat, 26 April 2013

Aku Tak Sanggup - Pasto

Oh ini kisah sedihku
Ku meninggalkan dia
Betapa bodohnya aku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Dan kini aku menyesal
Melepas keindahan
Dan itu kamu

Reff:
Tuhan tolonglah aku
Kembalikan dia
Ke dalam pelukku

Karena ku tak bisa
Mengganti dirinya
Ku akui,
jujur aku tak sanggup
Sungguh aku tak bisa

Dan tlah ku jalani semua
Cinta selain kamu
Tapi tak ada yang sama

Beribu cara kutempuh
Tuk melupakan kamu
Tapi tak mampu

Repeat reff
Oooo, sungguh aku tak bisa
Jujur aku tak sanggup
Sungguh aku tak bisa
Huuuuu, yeeeee

Minggu, 21 April 2013

Kini - Marcell


Ku sadari semua jalanku tak berarah kepadamu
Mungkin salah diri ini memikirkanmu
Aku kini telah berdua

Dan tak seindah cinta yang lalu
Yang jalan dan jalin tanpa restu
Ku akhiri namun tak berakhir
Ku hindari hati tak ingin berpisah

Ku sadari semua jalanku tak berarah kepadamu
Mungkin salah diri ini memikirkanmu
Aku kini telah berdua

Dan tak seindah cinta yang lalu
Yang jalan dan jalin tanpa restu
Ku akhiri namun tak berakhir
Ku hindari hati tak ingin berpisah

Bila kau dengan yang lain
Sesungguhnya ku tak rela

Dan tak seindah cinta yang lalu
Yang jalan dan jalin tanpa restu
Ku akhiri namun tak berakhir
Ku hindari hati tak ingin berpisah

(dan tak seindah cinta yang lalu) woo yeah
(yang jalan dan jalin tanpa restu)
Ku akhiri namun tak berakhir
Ku hindari hati tak ingin berpisah
(dan tak seindah cinta yang lalu)
Ku hindari hati tak ingin berpisah
Tak ingin terpisah

Senin, 08 April 2013

Perih

Tatapan itu sendu...
Tapi begitu menusuk.
Tanpa kutahu apa salahku.
Tanpa kutahu apa gusarmu.
Tanpa aku tahu apapun.

Kupikir aku bisa pahami semua.
Kupikir mereka saja yang tak mengerti.
Kupikir kamu hanya butuh permakluman.
Kupikir-pikir, ternyata aku salah...

Tanpa kata, kau buatku sakit.
Tanpa suara, kau buatku lara.
Tanpa apapun, kau mampu buatku perih...

Sabtu, 06 April 2013

Sambutan dari PPI


Hari ini, Sabtu, 6 April 2013 pukul 10 pagi waktu Kanazawa,...

Pagi-pagi, setelah akhirnya cucianku itu selesai diolah oleh mesin cuci 100Y tentunya, DDP-4 perempuan (berlima), menuju sungai yang mengalir tepat di seberang toko perbelanjaan AEON. Di sana rencananya kami akan mengikuti acara 'hanami' = melihat bunga sakura, bersama dengan anggota PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Ishikawa  yang lainnya.

 

Pada kesempatan ini, kami dapat saling mengenal di antara sesama anggota PPI Ishikawa. Oiya, dengan datangnya kami pada acara ini, kami DDP-4 telah resmi menjadi anggota PPI Ishikawa. Acaranya singkat, memang, tetapi cukup seru dan berkesan.

Saat tiba di tempat yang dimaksud, memang bukan kami yang pertama datang, ada beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu, mungkin itu 'dedengkot'nya PPI Ishikawa, dan kemudian aku tahu mereka itu adalah pengurus inti sekaligus panitia yang menyelenggarakan kegiatan 'hanami' ini.

Kemudian acara dipandu oleh Mas Faisal, yang otomatis sebagai Master of Ceremony, begitu sebutannya. Dimulai dari sambutan ketua PPI Ishikawa, Mas Irfan, dan sambutan dari bendahara. Kemudian dilanjutkan acara memperkenalkan diri bagi anggota baru, kami DDP-4 ber-12, ditambah program Monbusho 1 orang, dan 2 orang lagi dari program scholarship yang berbeda. Ternyata setiap 4 orang yang memperkenalkan diri, Mas Faisal iseng mengadakan kuis. Kuisnya sederhana, namun terkesan lucu, menurutku sih. Mas Faisal secara tiba-tiba menunjuk anggota PPI lama, kemudian secara tiba-tiba, menanyakan, siapa namaku, ya, kebetulan pertanyaan pertama, objeknya adalah aku. Kebetulan, mungkin karena aku mengenakan kaos merah menyala, jadi ya, paling gampang diingat. Dan begitu seterusnya. Sang MC ini mungkin sengaja memilih anggota lama yang duduknya agak jauh dari kami, dan seperti sedang sibuk dengan family mereka. Tentu saja, mereka kaget ditunjuk untuk menjawab pertanyaan seperti itu. Dan ekspresinya cukup mengundang tanya renyah.



Peraturan dalam acara itu ternyata adalah setiap anggota baru memakan nasi dan sepaket lauk yang sudah disiapkan panitia, sedangkan anggota lama memakan snack dan makanan yang dibawa masing-masing. Wuuuh... dan di pertengahan acara makan, aku baru tahu, ternyata itu merupakan acara penyambutan dari PPI. Luar biasa, sungguh ramah sekali. Rasanya seperti sedang piknik bersama dengan serombongan orang Indonesia, hehehe ^_^

Rabu, 03 April 2013

Kansai to Morinosato

Kira-kira pukul 8 pagi waktu Kansai, akhirnya aku sampai juga di Kansai International Airport. Alhamdulillah.... Ternyata berbeda sekali dengan 2 bandara sebelumnya, di Bandung atau di Kuala Lumpur. Di Bandung dan di Kuala Lumpur, dari tempat check-in ke lapangan terbang, para penumpang berjalan kaki. Ya, berjalan kaki. Dan saat itu di Kuala Lumpur tepat tengah malam dan hujan. Sedangkan di Kansai, kedatangan (sepertinya semua kedatangan) ditempatkan sedemikian sehingga pintu keluar pesawat pas dengan jalan seperti lorong (tapi bukan lorong sepi, :p) panjang dan menuju tempat seperti shelter bus. Dan... benar saja, ternyata semua penumpang diangkut dengan bus, Eh, tapi sebenarnya lebih ke kereta dibanding bus, tapi... yasudahlah, pokoknya usah berjalan kaki untuk masuk ke bandaranya, karena jauuuuh sekali. Setelah sampai di Bandara, untungnya aku dan teman-teman DDP-4 yang lain tidak salah pilih airport di Jepang, Kansai termasuk salah satu airport yang menyediakan fasilitas pengurusan imigrasi langsung di bandara, alhamdulillah.

Pengurusan oleh imigrasi ini penting, karena setiap orang akan memperoleh Residence Card. Yah, sebelumnya sih namanya Alien Card. Mungkin karena 'Alien' mengisyaratkan istilah yang negatif, jadi diganti. Mungkin semacam bukti legal dan tanda pengenal setiap orang asing yang datang/ berkunjung ke Jepang.

Setelah urusan imigrasi dan pengambilan bagasi beres, selanjutnya adalah mencari orang yang menjemput dan memegang papan nama 'ITB Student'. Alhamdulillah, langsung terlihat dan ketemu. Selanjutnya adalah menuju Kanazawa dengan bus jemputan dari Kanazawa University. Agak repot juga, karena sebagian besar teman-teman dengan barang bawaan yang besar, bahkan ada koper yang ukurannya 3 kali koperku -__-'  Tapi semua bisa teratasi juga. Luar biasa sekali perjalanan dari Kansai menuju Kanazawa, sekitar 5 jam.

 Oiya, saat penjemputan tersebut, ternyata kami juga berbarengan dengan mahasiswa doktor Kanazawa, Pak Rudi, namanya. Wah, kebetulan sekali *o*. Pak Rudi ini fasih Bahasa Jepangnya, sehingga kami tidak perlu merasa khawatir. Ya, jujur saja, aku benar-benar tidak pernah belajar bahasa Jepang. Dan satu hal, supir bus hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Jepang. Terbayang kan, bagaimana sulitnya. Hufth.

Setelah 5,5 jam, akhirnya sampai di Morinosato Kaikan (Asrama Morinosato). Semua DDP perempuan ditempatkan asrama di Morinosato. Karena DDP laki-laki semua ditempatkan di Asrama Sakigake, maka setelah semua barang-barang DDP perempuan selesai diturunkan, DDP laki-laki melanjutkan perjalanannya menuju asrama Sakigake.

Di Morinosato, ternyata sudah ada Micke san (mahasiswa Doktor kimia fisik) dan Kazuma san (mahasiswa master) Micke san asal Indonesia, sedangkan Kazuma san asal Jepang. Dan kemudian aku tahu, ternyata Kazuma menjemput kami berlima, dengan mobilnya, dikarenakan dari Morinosato ke Kampus  lumayan jauh (20 menit jika ditempuh dengan berjalan cepat). Woh, baik memang Kazuma san ini *o*, hehehe


 

Sebelum membereskan bawaan masing-masing, kami mendapatkan pengarahan dari petugas asrama. Dan.... full dalam bahasa Jepang, alhamdulillah ada Micke san, jadi penerjemah deh, hehehe, makasih bgt loh Micke (harusnya sih pake teteh, tp nanti didenda, hehe). 

Selasa, 02 April 2013

Hujan di Bandung

Sore ini, di bandara Husein Sastranegara, Bandung....

Pelukan hangat darimu begitu terasa. Di antara dinginnya hujan di Bandung, di antara air mata mereka yang melepas keberangkatan.... Berkali-kali kamu memberikan kecupan hangat di pipi. Ah, rasanya begitu indah, tapi juga begitu perih.... Padahal kamu pernah tiada berkabar padaku selama hampir satu semester, tetapi kali ini rasanya beda. Entahlah, harusnya aku merasa sudah terbiasa.

Matamu berkaca, membiaskan cahaya yang akan kurindukan, setahun lamanya. Melihatnya, tak mampu kutatap lama. Mungkin karena benar adanya jarak antara kita, rindu itu terasa perih, bahkan sesaat sebelum kita benar terpisah. Menatap lambaian tanganmu, hatiku tergetar, mataku pun nanar.

Berkali kukatakan, aku pastinya akan merindukanmu, walaupun kamu sudah tahu itu, tapi tak bisa kuhentikan kata-kata itu. Aku selalu merindukanmu. Masih terngiang di telingaku, kautanyakan tentang mimpiku. Kamu tahu, kan, aku selalu memimpikanmu?

Aku yang terlalu mencintaimu.

Kanazawa's Story

Akhirnya aku putuskan untuk memposting semua ceritaku tentang kehidupan yang aku jalani selama insya Allah setahun di Kanzawa, Jepang melalui blog ini. Bukan kenapa-kenapa sih, ini disebabkan banyak mention dan messeges dari berbagai teman yang memintaku untuk bercerita.

Yaaa, daripada aku cerita satu persatu kepada mereka dengan hal yang sama ke setiap orang, kan lebih efisien jika aku tulis di blog ini, kemudian aku kirim saja linknya, kepada mereka yang ingin tahu ceritaku, hehehe. Tentang Kanazawa, semua aku tag atau aku beri label 'kanazawa'.

Finally, Selamat membaca ^_^