Labels

daniera (118) kanazawa (7) nada (92) pengetahuan umum (6) profesi guru (1) puisi (16) skripsi (1)

Jumat, 07 Desember 2012

Lorong Sepi

...

Walau aku ragu, tapi aku putuskan untuk terus masuk menulusurinya. Lorong itu sepertinya panjang, kering, dan menyekap. Namun aku tak ingin kembali, belantara itu lebih menakutkan. Tapi, aku terlanjur masuk tanpa apa, tanpa siapa, sambil berharap kutemukan sesuatu di dalam sana, entah apa, kapan, dan di mana.

...

Belum sempat kubuka kelopak mata, gerakan tanganku mendahuluinya. Kusentuh luka. Mengeras, sepertinya ada yang membeku. Ternyata, dingin yang menyelubung membuat jalinan benang-benang fibrin cepat mengering. Tapi, perihnya masih kurasa.
Ketika aku benar-benar terjaga, mataku menangkap bayangan nyata. Aku masih terduduk, bersandar pada dinding lorong.

...

Saat itu aku merasa kuat. Ada kamu. Aku tidak lagi sendiri di lorong itu. Genangan air di tengah lorong tak akan mampu buatku terjatuh, karena genggammu. Erat, kuat, dan begitu kokoh, seperti tak terpisahkan. Pun tak akan mampu membuatku membeku, karena hadirmu begitu menghangatkan. 

...

daniera~Januari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar