Labels

daniera (118) kanazawa (7) nada (92) pengetahuan umum (6) profesi guru (1) puisi (16) skripsi (1)

Selasa, 15 Februari 2011

C3, Memberikanku Banyak Kenangan

Senin 14 Februari, kuharus relakan C3 kesayanganku, memberikanku kenyamanan dalam setiap komunikasi, mengingatkanku pada banyak kenangan. Saat pertama menggunakanmu, tanpa sengaja ternyata sama dengan adikku Cali. Ketika kubawa saat asisten, membuatku lebih percaya diri. Jujur saja, baru kali ini kumenggunakan ponsel yg kameranya mendingan. Teringat saat dengan sahabatku bintang, semangat foto bersama, C3 mengisi keceriaan di antara kami. Saat kurekam video pertunjukkan teater kakakku, saat kurekam keceriaan adikku andara, dan masih banyak lainnya, yang buatku sesak kuharus kehilangan rekaman itu semua, semua momen berharga, akh... tak kuasa jika harus kuingat apa saja yg telah kudapatkan selama 2 bulan ini dari C3...

Tepat kira-kira pukul 08.45,,,, saat langkah pertama kuturunkan dari bus AC16 di depan kampus. aneh, tiba-tiba ada orang di belakangku. Saat turun, kusadar dengan secepatnya, tasku sobek, headset ku tersangkut di ujung resleting tasku, innalillah... dalam waktu 6 detik C3 kesayanganku raib, Hujan begitu lebatnya kulengah karena tangan kiriku sibuk mengurusi payung. Hufth, dengan cepat ku berpikir untuk mengejar, kuberlari sampai ada bajaj. Harapku, hujan membuat copet itu tak segera turun dari bus. Namun, lariku tak begitu kuat, tak begitu kencang, tapi sudahlah.... Kumengejar sampai terminal rawamangun. Takdir, saat kuperiksa AC16 yang juga baru berhenti, tidak ada lagi copet itu.... :'(

Saat kusadar hal itu, tiba-tiba rasa linu yang begitu sakit kurasakan di kedua betisku. Gigiku bergemelutuk, aku kedinginan. Keberlari ke tempat menunggu penumpang. Bajuku basah semua, dingin sekali, sementara itu hujan malah semakin lebat. Kubingung. Akhirnya kulihat ada tempat voucher pulsa, yg kukira wartel. Kutanyakan perdana yg 5 rb, tak ada. Mungkin melihat kecemasan di mukaku, penjualnya dengan segera menwarkan untuk isi pulsa nomornya dan kudapat meminjam handphonenya untuk menelepon.

Yapz bintang kutelepon pertama, karena ternyata saat panik, hanya nomor bintang yang dapat kurapal secepat kilat. Kutelepon, kuceritakan, dia malah lebih membuatku panik, hufth, dasar oma,... Kuminta nomor kk ku rani, dapat. Langsung kutelepon rani, kuceritakan sambil menangis, dengan nada manja kuminta rani menghampiriku di terminal, ternyata rani mau, emang dasar baik. Setelah itu ku sms pamanku yg sedang bertugas dengan nyaman di Singapore, minta nomor kk ku inda, di rumah, hufth, dapat tanpa harus kuceritakan yang terjadi. Kutelepon ka inda, ternyata kumenangis lagi, gara-gara kuingat semalaman kumenangis bersamanya, hufth, dasar cengse. Kainda berpesan, jangan memberitahu mama, krn memang kami tak ingin menambah kesedihannya. HUfth, selanjutnya kainda membuatku tenang, maksih ya ka.

Di tengah tangis dan ceritaku kepada kainda, tepat di depan mataku, Irsyeakan naik angkot, langsung kuteriak sejadi-jadinya memanggilnya, subhanallah,,,,, Menemukannya seperti kumenemukan sesuatu yg buatku sangat tenang. Selesai telpon kainda, kuceritakan kepada Irsye, dan hmpth ceritanya dengan handphonenya dulu membuatku tenang juga, karena atlit yang sekaliber nasional juga ga sempet ngejar copet, hehe,.

Dengan adanya Irsye usah lagi kutunggu di warung voucher yg ga jelas itu, diantarkan ku ke pos polisi di terminal, sambil menunggu rani, kubuat laporan saja. 40 menit kemudian hujan mereda dan rani tiba. Eh, malah ngajaka ke arion, makan. mmmhhh sebenernya gada gairah, tapi sudahlah,,,,,

Perjalanan dari terminal ke arion lumayan penuh perjuangan, harus melewati segumulan tikus hitam jelek. Aku histeris melihatnya, mual melanda, ingin muntah seketika itu juga, tapi kutahan, tak ingin membuat rani khwatir berlebihan. Sampai juga di arion....
Sambil masih merasakan sakit di betisku, kuceritakan semua, bukan C3 yg buatku nangis, tapi bnyak, semua saja kuceritakan.... Dan kumenangis, padahal tadinya lupa, tp rani malah ingetin.
Pinjam ponsel milik rani, ku update status, kulihat di home, dia brgkt ke kampus, namun ku tak sanggup untuk menghubunginya dengan keadaan mataku yg basah, yang ada malah semakin menjadi kumenangis jika kubertemu dia di kampus. Maaf ya, lagipula masih terasa ribet merapal nomor handphone kamu. Yep, kutelpon mommy, dan dia malah tertawakan, katanya "duh, ngapain dikejar? malah kehujanan dan sakit kan? cup,cup,cup". hufth.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar