Labels

daniera (118) kanazawa (7) nada (92) pengetahuan umum (6) profesi guru (1) puisi (16) skripsi (1)

Rabu, 03 April 2013

Kansai to Morinosato

Kira-kira pukul 8 pagi waktu Kansai, akhirnya aku sampai juga di Kansai International Airport. Alhamdulillah.... Ternyata berbeda sekali dengan 2 bandara sebelumnya, di Bandung atau di Kuala Lumpur. Di Bandung dan di Kuala Lumpur, dari tempat check-in ke lapangan terbang, para penumpang berjalan kaki. Ya, berjalan kaki. Dan saat itu di Kuala Lumpur tepat tengah malam dan hujan. Sedangkan di Kansai, kedatangan (sepertinya semua kedatangan) ditempatkan sedemikian sehingga pintu keluar pesawat pas dengan jalan seperti lorong (tapi bukan lorong sepi, :p) panjang dan menuju tempat seperti shelter bus. Dan... benar saja, ternyata semua penumpang diangkut dengan bus, Eh, tapi sebenarnya lebih ke kereta dibanding bus, tapi... yasudahlah, pokoknya usah berjalan kaki untuk masuk ke bandaranya, karena jauuuuh sekali. Setelah sampai di Bandara, untungnya aku dan teman-teman DDP-4 yang lain tidak salah pilih airport di Jepang, Kansai termasuk salah satu airport yang menyediakan fasilitas pengurusan imigrasi langsung di bandara, alhamdulillah.

Pengurusan oleh imigrasi ini penting, karena setiap orang akan memperoleh Residence Card. Yah, sebelumnya sih namanya Alien Card. Mungkin karena 'Alien' mengisyaratkan istilah yang negatif, jadi diganti. Mungkin semacam bukti legal dan tanda pengenal setiap orang asing yang datang/ berkunjung ke Jepang.

Setelah urusan imigrasi dan pengambilan bagasi beres, selanjutnya adalah mencari orang yang menjemput dan memegang papan nama 'ITB Student'. Alhamdulillah, langsung terlihat dan ketemu. Selanjutnya adalah menuju Kanazawa dengan bus jemputan dari Kanazawa University. Agak repot juga, karena sebagian besar teman-teman dengan barang bawaan yang besar, bahkan ada koper yang ukurannya 3 kali koperku -__-'  Tapi semua bisa teratasi juga. Luar biasa sekali perjalanan dari Kansai menuju Kanazawa, sekitar 5 jam.

 Oiya, saat penjemputan tersebut, ternyata kami juga berbarengan dengan mahasiswa doktor Kanazawa, Pak Rudi, namanya. Wah, kebetulan sekali *o*. Pak Rudi ini fasih Bahasa Jepangnya, sehingga kami tidak perlu merasa khawatir. Ya, jujur saja, aku benar-benar tidak pernah belajar bahasa Jepang. Dan satu hal, supir bus hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Jepang. Terbayang kan, bagaimana sulitnya. Hufth.

Setelah 5,5 jam, akhirnya sampai di Morinosato Kaikan (Asrama Morinosato). Semua DDP perempuan ditempatkan asrama di Morinosato. Karena DDP laki-laki semua ditempatkan di Asrama Sakigake, maka setelah semua barang-barang DDP perempuan selesai diturunkan, DDP laki-laki melanjutkan perjalanannya menuju asrama Sakigake.

Di Morinosato, ternyata sudah ada Micke san (mahasiswa Doktor kimia fisik) dan Kazuma san (mahasiswa master) Micke san asal Indonesia, sedangkan Kazuma san asal Jepang. Dan kemudian aku tahu, ternyata Kazuma menjemput kami berlima, dengan mobilnya, dikarenakan dari Morinosato ke Kampus  lumayan jauh (20 menit jika ditempuh dengan berjalan cepat). Woh, baik memang Kazuma san ini *o*, hehehe


 

Sebelum membereskan bawaan masing-masing, kami mendapatkan pengarahan dari petugas asrama. Dan.... full dalam bahasa Jepang, alhamdulillah ada Micke san, jadi penerjemah deh, hehehe, makasih bgt loh Micke (harusnya sih pake teteh, tp nanti didenda, hehe). 

3 komentar:

  1. Wahaha.. Micke san orang sunda asli atau blasteran jepang ka??
    Ciyeee yang udah nyampe asrama nih.
    Upload foto-foto kamar di asrama dong kaaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, Micke san itu orang sunda kayaknya, baiiiik bangeeet, hehe. Waduh, tenang, nanti diupload, kok :)

      Hapus
  2. Wah seru bangett tuh perjalanannya... Di tunggu upload foto nya neh.hehehe

    BalasHapus