Labels

daniera (118) kanazawa (7) nada (92) pengetahuan umum (6) profesi guru (1) puisi (16) skripsi (1)

Minggu, 03 Juli 2011

Apalagi yang Harus Kuberi

Maafkan jika kali ini aku tidak berpihak padamu.
Maaf jika kamu kesal padaku.
Harus kamu tahu, adikku...
Kulakukan semua ini karena kusayang kamu,
karena ku sangat khawatirkan kamu, adikku...

I'm sorry for blaming you,
I've hurt my self by hurting you...



Apalagi yang harus kuberi,
agar kamu percaya aku sayang kamu.
Apalagi yang harus kuberi,
agar kamu yakin aku khawatirkan kamu.

Apalagi yang harus kubeli,
agar kamu tahu inginku tuk lindungimu.
Apalagi yang harus kubeli,
agar kamu tahu inginku kamu jadi yang terbaik.
Apalagi?
Apalagi?
Hhhhh....

Maaf telah buatmu menangis terisak tak berhenti.
Tapi, aku yakin di lubuk hatimu,
Tapi aku percaya dalam pikirmu yang jernih,
Kamu setuju dengan apa yang kukatakan.
Itulah sebabmu menangis,
sebab kamu tak punya kalimat tuk menyanggahku...

Bukan bercanda saat kubilang ku kecewa padamu,
Bukan berbohong saat kubilang ku merasa dikhianati,
ya, oleh adikku sendiri, kamu, adikku sayang....

Lalu? apa kamu pikir setelah kukecewa, ku kan pergi tinggalkanmu?
Begitukah? Tidak! Tidak sama sekali, adikku...
aku tetap sayangi kamu,...
Jangan samakan aku dengan dia yang telah tega tinggalkan kamu.
Dan bukan itu pula alasanku sayangi kamu, bukan...
Aku sayang kamu karena aku sayang kamu, titik.
Tidak perlu alasan tuk menyayangi orang bukan?
Karena sumber rasa sayang itu adalah Dia, Rabb Yang Maha Penyayang.

Dan sekarang, saat kukatakan apa penilaianku terhadapmu,
kamu menangis. Ya, dengan terisaknya.
Membuat semua panik, termasuk aku.
Lalu? Apa kamu kemudian membenciku? Terserah.
Kuharap kamu dapat berpikir lebih baik.
Siapa yang harus diutamakan. Siapa yang harus didahulukan, adikku.
Tidakkah kamu lihat perjuangan Mommy kita,
yang sebegitu tegarnya tuk merawat, menjaga, melindungi kamu?
Tidakkah kamu lihat aku, yang sedari dulu bersamamu,
bersama Mommy, bersama kalian,
begitu inginkan penuhi semua kebutuhanmu, keinginanmu?
Tidakkah kamu lihat semua, adikku?
Aku, Mommy, dan Tya sayangi kamu, sangat sayangi kamu.

Aku berdoa agar kamu dapat memilih siapa yang harus diprioritaskan.
Siapa yang benar-benar sayangi kamu, harusnya kamu dapat rasakan.
Tidakkah kamu ingin buat Mommy bangga?
Buatku bangga? Dan buat semua orang bangga atas kamu?
Apalagi yang harus kuberi, adikku?
Apalagi yang harus kubeli, adikku?
Apalagi yang harus kulakukan?
Semua orang hanya tahu satu hal,
Kamu adikku, kamu dapatkan semua,
kamu bisa semua, dan
harusnya kamu menjadi yang terbaik...

Tapi apa kenyataannya?
Kamu terlalu mengabaikanku, ya,
kamu bukan rindukanku, tapi
kamu hanya inginkan apa yang kubawa, begitukah?
Aku sedih saat lihat Mommy sedih, saat lihat kamu jatuh.
Aku akan sangat kecewa, bukan padamu,
tapi padaku sendiri yang tidak bisa mendidik kamu, adikku....
apalagi yang harus kuberi?
Aku hanya inginkan kamu menjadi yang terbaik,
Ayolah, sadar, sadar, sadar, masih ada waktu.
Satu hal, aku tidak akan pernah tinggalkanmu,
Kini, kamu menjadi bagian tanggung jawabku.
Bukan Mommy yang meminta, tapi hatiku, dengan sadarnya
Aku sangat sayangi kamu.
Jangan kecewakan aku lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar