Labels

daniera (118) kanazawa (7) nada (92) pengetahuan umum (6) profesi guru (1) puisi (16) skripsi (1)

Kamis, 16 Juni 2011

Kamu Acuhkanku

Kamu pergi tanpaku, padahal dua kali kita lakukan hal itu bersama, rindukan kamu yg merengek, yg manja, yg juga rindukanku. Kini, kamu pergi tanpaku, ya, tanpaku dan kamu bisa. Sekali kamu katakan rindu krn ku yg meminta. Sebegitu tidak berharganyakah aku di matamu kini? Saat ada kesempatan bertemu,ku senang, tp kamu dgn mudahnya membatalkannya,ku bersedih, tapi tidak mungkin kumarah padamu, ku terlalu sayang kamu.

Rabu, 15 Juni 2011
11.30
D: Iya nih, baru mau berangkat, kamu jangan pulang dulu ya, sayang.
C: Siapa yang mau pulang? Aku emang ada kuliah. Bilang aja pengen ditungguin.
D: Iya,iya, ketemuan di mal Arion aja yukz?
C: Ngga ah, di kampus aja.
D: Hmmm, kok gak mau?
C: Di kampus aja, males ke Arion.
D: Yoda, siap-siap dulu, sebentar lagi berangkat.
C: Yoda, aku juga mau makan dulu.
D: Oke.

13.00
C: Eh, aku mau pulang duluan yakz, gak marah kan?
D: (bingung mau berkata apa, ada rasa kecewa)
C: Gak apa-apa kan? Capek banget nih, lagipula ternyata dosennya nggak masuk.
D: Emangnya udah bosen nunggu ya? Satu jam lagi?
C: Hah? Satu jam? Duh, udah gak mau nunggu. Capek. Gak apa-apa kan? Ketemunya besok aja ya.
D: (menarik napas dalam-dalam) Iya, terserah kamu aja.
C: Gak marah kan?!!
D: Iya, ngga marah kok. Hati-hati ya di jalan.

Kamis, 16 Juni 2011
Aku tahu kamu pergi tanpaku. Kamu pergi sendiri. Ya, tidak apa, sungguh tidak apa-apa. Lagipula aku yang rindukan kamu, bukan sebaliknya. Kuteringat saat ku benar-benar rindukan suara kamu, ku tidak bisa menahan untuk tidak telpon kamu, tapi....
D: Eh, C....
C: Ya? Knp?! Ada apa, apa?
D: Kangeeen....
C: Trus?! (dengan nada sedikit tinggi)
D: Kangeeen banget...
C: Iya, trus?!?
D: Maaf ya...
C: Lah! Kok malah minta maaf sih?
D: Iya, habisnya kamu terdengar tidak suka aku telpon, maaf kangennya sudah keterlaluan.
C: hhhhh (-_-') Aku lagi kepanasan, jadi males nerima telpon apalagi yang gak penting.
D: Iya, maaf udah ganggu kamu yang lagi kepanasan. Cuma mau bilang kangen aja kok.
...... (telpon diputus)

Hmmm,,,,, kumerasa diriku sudah tidak istimewa lagi di matamu. Apa sayangmu hilang bersama dengan layunya mawar itu? Atau aku yang tidak mengerti kesusahan yang sedang kamu alami? Apa kamu sudah bosan denganku? Atau aku saja yang tidak peka dengan masalah yang kamu hadapi?
Entahlah, yang jelas kurindukanmu.
Kurindukan rengekanmu.
Kurindukan suaramu.
Kurindukanmu, sungguh-sungguh rindukanmu.
Kurindukan saat-saat kamu perlakukanku dengan istimewa,...
Aku saja mungkin yang tidak bisa memahamimu lebih.
Sampai saat ini, saat kuingat itu semua, buat napasku sesak, dadaku sakit.

Tapi, hari ini, godaan untuk menelponmu sungguh besar. Aku coba bertahan. Aku tidak ingin kamu merasa terganggu oleh telponku. Yah, walaupun sudah lama sekali tidak bertemu, sudah lama sekali....

Atau mungkin kamu...
Ah, sudahlah,
Mengapa ku selalu pikirkan kamu padahal aku tidak ada dalam pikiranmu.
Mengapa ku selalu rindukan kamu padahal kamu sedikitpun tak rindukanku.
Mengapa ku selalu ingin menyapa kamu, padahal kamu acuhkanku.
Mengapa, mengapa, mengapa aku sayang kamu dengan keterlaluannya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar